Archive for the 'Puisi' Category

“L” EPISODE

Lelaki di ujung terdalam kesunyian
Menyulam beku
Menjadi juntai-juntai bara di dadanya
Membantah tiap helai sejarah cinta
Yang mengerat rekat pembuluh
Hanya sekadar lega merasai
Nikmatnya budaya pura-pura
Lelaki di timur matari. Baca Selengkapnya....

EPISODE BANJIR: Banjir II (Kelelep)

Blep,blep,blep
Musim kelelep !
Kekurangan udara, banyak polusi. Kelelep !
Kekurangan pekerjaan, banyak PHK. Kelelep !
Kelebihan air, banjir. Kelelep !
Kelebihan duit, hasil korupsi. Kelelep !
Blep, blep, blep,
Indonesia kelelep ! Baca Selengkapnya....

EPISODE BANJIR; Banjir I

Kelambu dan udara bersoda
Detak jantung, detik waktu
Berkeluh gemuruh
Badai menunggu isyarat pada pintu
Maka lepaslah jeruji norma
Maka lepaslah pasungan makna
Maka runtuhlah singgasana
Jangkrik kian berjingkrak
Pada raut malam yang pelan merangkak
Masih ada gemuruh di balik pintu
Peluh yang saling asing
Begitu lihai menterjemahkan
Mendulang kerat-kerat rindu
Desah …..
Banjir ! Baca Selengkapnya....

UNTUK YANG TAK TERBERI

Sejak sajak bergayut menemukan rima,
Aksara menjadi kaya oleh makna,
Raga menemui rasa, cipta, karsa
Karena jiwa, dan nafas kehidupan
Menjadi sempurna bersama
Cinta, Baca Selengkapnya....

« Previous Page