Sebuah Laporan Perjalanan Tentang Proses Pembelajaran Primer, Di Kota Seribu Masjid, Mataram, Februari 2006
………Yang Hampir Tak Terselesaikan….
Sebuah laporan perjalanan tentang proses pembelajaran primer, di kota seribu masjid, Mataram, Februari 2006
Kode : Prjln/9-10 feb/2006/Tilong Kabila/Mks-Mtrm
Biarkan lelah berpendar, hingga usai rinai menyeringai…
Getar Lembar menyambut Kabila ditirai senja
Tanah Lombok yang bersahaja… (DewiMudijiwa)
Dan kapal Tilong Kabila beranjak dari dermaga, bersama lamat sirine terngiang membelah udara, siang itu riuh penumpang saling bergesekan mencari posisi yang aman untuk beristirahat. Lambung kiri kapal hampir limbung sebab banyak penumpang mengumbar lambaian pada sanak saudara yang mengantar di pelabuhan Makassar.
Kelompok kami ada enam orang yaitu A.Faisal Pahlevy (levy), Muh. Amin (Amin), Muh. Ichsan (iccang), Hariati (yati) dan saya, Dewi Hastuty S. (dewi) termasuk kak Muhary Wahyu Nurba seorang antropolog yang sekaligus adalah pembimbing dalam perjalanan kami menuju Mataram tempat menimba tahu akan proses Pembelajaran Primer yang telah sebagian besar masyarakat di sana terapkan, khususnya dalam upaya pembangunan kesehatannya.
Kapal kian menjauh, sudut hati kian tak tentu apatah nian yang kita tuju, sebenarnya dalam relung hati tiada yang tahu pertama kali apa yang akan kami lakukan sesampainya di sana nanti, rupanya pertanyaan yang sama tak juga elak pada kak Muhary, yang ternyata juga berkata ” Mmm… Kita lihat saja nanti !!” mendengar hal tersebut sudut-sudut pandangan kami bertemu, diam sesaat kemudian akhirnya sore itu pada sebuah dek di Tilong Kabila yang menuju Mataram, terdengar ledak tawa sekelompok anak muda mahasiswa Makassar yang kebetulan sedang gila mencari makna. Continue Reading »