Ketika mengetahui bahwa anda hamil, mungkin Anda sudah penasaran ingin tahu lebih banyak tentang kondisi kandungan Anda dan perkembangan janin/fetus yang ada di dalam kandungan Anda. Apakah dalam keadaan yang sehat? Mungkinkah ada kelainan pada kandungan? Bagaimanakah posisi bayi Anda dan sebagainya, semakin besar usia kandungan Anda, akan semakin besar rasa penasaran Anda, yang menarik bagi sebagian besar orang juga adalah apakah jenis kelamin bayi anda.

Berikut adalah tips untuk mengetahui kondisi kandungan dan jenis kelamin bayi :

1. Penggunaan alat USG
USG atau Ultrasonografi digunakan secara luas dalam kehamilan. Selain itu juga sangat bermanfaat untuk memonitor perkembangan janin dalam kandungan, ia juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui jenis kelaminnya. Walau tidak 100% akurat. Kemungkinannya berkisar antara 50% – 80%. Meskipun demikian ala,t ini tetap yang paling populer digunakan dalam kehamilan, karena fungsi utamanya adalah membantu dokter dalam mendeteksi berbagai kelainan dan masalah umum janin dalam kandungan, seperti posisi bayi, posisi ari-ari, keadaan plasenta dan sebagainya. Sementara untuk mengetahui jenis kelamin adalah manfaat tambahan dari alat ini.

2. Pengambilan Cairan Ketuban
Cairan ketuban kerap diambil untk melakukan berbagai deteksi terhadap adanya kelainan pada janin di dalam kandungan. Ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan mencapai 15-18 minggu. Caranya adalah dengan memasukkan jarum ke dalam kantung ketuban dengan dibimbing oleh alat yang disebut ultrasound agar fetus tidak tersentuh oleh jarum. Kemudian cairan tersebut dibawa ke laboratorium untuk dikembangkan sel-selnya selama 1 sampai 3 hari. Selanjutnya dilakukan tes AFP (Alfa-fetoprotein) tehadap sel-sel tersebut untuk mengetahui adanya kelainan. Tes ini akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

3. CVS (Chorionic Villus Sampling)
CVS sangat mirip dengan metode cairan ketuban. Sama-sama bersifat invasif (masuk ke dalam tubuh), perbedaannya hanya pada apa yang diambilnya. Sampel CVS mengambil sel dari plasenta yang menempel pada dinding rahim selanjutnya, sel-sel tersebut dibawa ke laboratorium untuk dikembangkan dan dites dengan AFP sehingga juga dapat mengetahui jenis kelamin bayi. Namun tes ini beresiko besar, jadi tidak direkomendasikan.

4. Sampel darah bayi
Sampel darah bayi dapat dilakukan pada akhir trimester kedua, ketika bayi hampir terbentuk sempurna. Inilah saat yang tepat untuk mengambil sampel darah bayi. Metode ini adalah metode yang lebih akurat dibandingkan dengan metode yang lain.

Sebaiknya Anda ingat bahwa mengetahui jenis kelamin bayi bukanlah hal yang benar-benar harus dilakukan. yang paling penting adalah kondisi kandungan anda juga fetus/janin Anda dalam keadaan yang sehat sehingga dapat lebih memperhatikan setiap usia perkembangannya. Apa pun jenis kelamin janin/fetus Anda adalah anugerah dan amanah dari Tuhan yang sebaik-baiknya kita jaga dan pelihara, dan jadikanlah kehamilan Anda menyenangkan.

by : DHS
referensi : 1001 tentang Kehamilan (TriE xs media inc)