<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sub Kultur Dan Budaya Tandingan</title>
	<atom:link href="http://dewi.lkpk.org/2008/12/22/sub-kultur-dan-budaya-tandingan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dewi.lkpk.org/2008/12/22/sub-kultur-dan-budaya-tandingan/</link>
	<description>Jejak Hari Dewi Hastuty Sjarief</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jul 2011 08:39:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Gelandangan</title>
		<link>http://dewi.lkpk.org/2008/12/22/sub-kultur-dan-budaya-tandingan/comment-page-1/#comment-7</link>
		<dc:creator>Gelandangan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 08:32:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dewi.lkpk.org/?p=22#comment-7</guid>
		<description>Sebuah analisa yang bagus :) mantap mentong.

Melihat gejola kebudayaan bugis makassar dimana kita mengetahui yakni sebuah kebudayaan klasik yang kaya akan beragam kearifan lokalnya. saya rasa sebuah jawaban dari ganasnya sebuah kebudayaan barat yang memang memiliki banyak unsur negatif. kebudayaan lokal kitalah sebagai penyaring kebudayaan barat tersebut. tapi toh semuanya berbalik dengan pikiran yang selama ini terlintas. ternyata kebudayaan baratlah yang menyaring kebudayaan lokal kita heheheh

Tabbaleki</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah analisa yang bagus <img src='http://dewi.lkpk.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  mantap mentong.</p>
<p>Melihat gejola kebudayaan bugis makassar dimana kita mengetahui yakni sebuah kebudayaan klasik yang kaya akan beragam kearifan lokalnya. saya rasa sebuah jawaban dari ganasnya sebuah kebudayaan barat yang memang memiliki banyak unsur negatif. kebudayaan lokal kitalah sebagai penyaring kebudayaan barat tersebut. tapi toh semuanya berbalik dengan pikiran yang selama ini terlintas. ternyata kebudayaan baratlah yang menyaring kebudayaan lokal kita heheheh</p>
<p>Tabbaleki</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

