Pada perjalanan hambar
Dan proses pikir yang teledor
Cinta telah menjadi kepingan atom
Yang bermukim sia-sia
Lantaran kena tembak dan sebagian pudar
Di makan usia
Sauh mengukir sang waktu
Rindu menuliskan Kau!
Seluruh jemari mengepak
Merpati diam di ujung penantian
Luruh. Terbunuh.

Rinduku laksana Terumbu
Teguh, tumbuh, memecah ombak
Di atas purnama menjadi lentera
Pada pukat rasa yang berebut ruang
Percik-percik harmoni menuai denting
Irama cinta yang menenangkan
Surgamu menjadi dalam untuk di sentuh
Rinduku. Lajulah-laju.

Matahari menepi
Lentera merah diujung kabut
Bambu-bambu kuning mengerling
Pada anak-anak sungai
Cahaya pun berpendar di permukaan
Satu bayang tak dapat hilang …
Mungkin
Bayang-Mu.