EPISODE RINDU; RINDU II
Di tengah hari yang panas
Sang Kala yang mahal
Telah terbeli tanpa
Satu pun kesia-siaan Baca Selengkapnya....
Di tengah hari yang panas
Sang Kala yang mahal
Telah terbeli tanpa
Satu pun kesia-siaan Baca Selengkapnya....
Pada perjalanan hambar
Dan proses pikir yang teledor
Cinta telah menjadi kepingan atom
Yang bermukim sia-sia
Lantaran kena tembak dan sebagian pudar
Di makan usia
Sauh mengukir sang waktu
Rindu menuliskan Kau!
Seluruh jemari mengepak
Merpati diam di ujung penantian
Luruh. Terbunuh. Baca Selengkapnya....
Cinta terisolasi di sudut kamar kemerdekaan
Perempuan tak boleh menari di luar pintu
Akan banyak api membakar mimpi-mimpi
Perempuan tak boleh bersolek depan jendela
Akan kencang angin menyeret harga diri
Pada pita mahkota melekat rambu-rambu
Awas ! jangan sentuh !
Priit ! Priit! Priiiiiitt!
Desember 2006 Baca Selengkapnya....
Kita melumat sayup kantuk
Derik aspal deru mesin membunuh birahi
Di kepalamu ada lonceng yang menyumbat latup
Asmara tergenang di gedung-gedung
Berapa harga kesetiaan ?
Duka-duka kamuflase
Dinding meronta-ronta kehilangan telinga
Narasi Suriah. Ekstase.
Desember 2006 Baca Selengkapnya....
Kapan dia akan tertidur
Dan membenamkan kepalanya
Pada bantal?
Aku akan keluar dan
Memenangkan pertempuran
Februari 2007 Baca Selengkapnya....
Lelaki di ujung lisan
Perempuan diikat tambang
Air tanpa tempayan meresap tanah
Perempuan merana mengusap surga Baca Selengkapnya....